Selasa, 26 Februari 2008

penangkapan Tuanku Sultan Raja Alam Bagagarsyah

Karya ini saya buat dengan menggunakan Adobe Photoshop CS2. disini saya mencoba menggambarkan penangkapan Tuanku Sultan Raja Alam Bagagarsyah Johan Berdaulat (Tahun 1789 – 1849) merupakan Raja Minangkabau yang terakhir. Disaat berumur 9 tahun dia menerima warisan tahta majun Alam Istana Pagaruyung Raja Alam Minangkabau langsung pada tahun 1803, namun pada saat itu terjadi perselisihan antara kaum adat dan agama, puncaknya pada saat pembantaian sebuah keluarga kerajaan di koto tangah, sehingga Sultan Alam Bagagarsyah di bawa melarikan diri ke daerah Singingi, setelah dewasa Sultan Alam Bagagarsyah kembali ke minangkabau dan memerintah di sana, namun pergolakan antara kaum adat dengan kaum paderi belum berakhir sehingga Sultan Alam Bagagarsyah meminta bantuan kepada Belanda di Padang dengan beberapa perjanjian yang menguntungkan bagi pihak Belanda.

Setelah beberapa lama akhirnya perselisihan antara kaum adat dan Paderi mulai melihatkan titik terang dengan dicetuskannya sumpah marapalam. Kaum paderi dan kaum adat bersatu untuk melawan Belanda, namun akhirnya raja ini ditangkap dan diasingkan ke Batavia oleh Belanda, kemudian meninggal dan dimakamkan di Mangga Dua Keramat (1932) lalu dipindahkan ke Kalibata(1972)


penghadangan 3 serdadu jepang


Karya ini saya buat dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS 2. Pada karya ini saya mencoba menggangkat salah satu bentuk perlawanan masyarakat Tanah Datar terhadap penjajahan Jepang

Pada tanggal 17 Maret 1942 seluruh kota penting di Sumatra Barat diduduki oleh Jepang begitupun halnya dengan Tanah Data, pada awalnya keberadaan Jepang ini sangat diterima oleh masyrakat, namun lama-lama kedok Jepang mulai terbuka, banyak masyrakat yang di kirim keluar daerah untuk menjadi Romusha, di Tanah Datar pasukan Jepang membuat barak di daerah Padang Luar, masyarakat yang marah karena kekejaman Jepang mensabotase jalur air ke barak tersebut, sehingga di utuslah 3 orang tentara jepang untuk melihat jalur air tersebut, disaat jepang melewati daerah yang agak sepi mereka di hadang oleh masyarakat biasa sehingga ke tiga serdadu tersebut terbunuh.


bingung